Search This Blog

Friday, March 23, 2012

Project Charter

Dalam manajemen proyek, project charter merupakan dokumen yang menegaskan mengenai dari ruang lingkup, tujuan dan peserta dalam sebuah proyek. Ini memberikan penggambaran awal dari peran dan tanggung jawab, menguraikan tujuan proyek, mengidentifikasi stakeholder utama, dan mendefinisikan kewenangan manajer proyek. Ini berfungsi sebagai referensi kewenangan untuk masa depan proyek.

Project charter biasanya dokumen pendek yang mengacu pada dokumen yang lebih rinci seperti permintaan penawaran baru atau permintaan proposal, merupakan lembar perjanjian antara project team dengan shareholder yang menjelaskan tentang alasan kenapa proyek ini dijalankan, fokus, dan tujuannya. Project Charter juga menjelaskan tentang sumber daya yang dibutuhkan tim agar project berhasil. Project charter menetapkan otoritas ditugaskan untuk manajer proyek, terutama dalam lingkungan manajemen matriks .

Tujuan dari project charter adalah untuk mendokumentasikan:
  • Alasan untuk melakukan proyek
  • Tujuan dan kendala proyek
  • Identitas para stakeholder utama
  • Hal-hal apa saja yang akan dilakukan dan yang tidak dilakukan
  • Sasaran manfaat proyek
  • Anggaran belanja Menjelaskan apa yang dibutuhkan oleh tim
  • Mengklarifikasi apa yang diinginkan oleh tim
  • Menjaga fokus tim
  • Menyelaraskan tujuan tim dan tujuan organisasi
Alasan utama penggunaan project charter:
  • Untuk mengotorisasi.
  • Berfungsi sebagai dokumen penjualan utama.
  • Sebagai titik fokus sepanjang.
Project charter dibuat pada saat meeting pertama dengan tim proyek (kick-off meeting), biasanya Sponsor membuat draft terlebih dahulu, yang berisi apa-apa yang diinginkannya kemudian diklarifikasi dan disempurnakan oleh tim. Project charter memiliki beberapa elemen sebagai berikut:

1. Business Case
Menjelaskan tentang kondisi saat ini, dan menekankan pada betapa kritis permasalahan ini dan alasan mengapa project ini penting untuk dijalankan sekarang.

2. Problem dan Goal
Specific (tujuan dari project ini spesifik dan jelas terindentifikasi)
Measureable (mempunyai alat ukur sebagai parameter kesuksesan)
Attainable (tujuan project harus menantang namun memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi)
Relevant (berhubungan langsung dengan tujuan bisnis)
Time bound (project harus memiliki jangka waktu)

3. Ruang lingkup project (Scope)
Area/proses/departemen mana saja yang dilibatkan dan tidak dilibatkan dalam project ini. Apa batasan proses yang akan dilakukan? Apa saja yang akan dilakukan? Apa saja yang tidak termasuk dalam lingkup pekerjaan ini? Dimana titik mulai dan titik selesainya

4. Roles & Milestone
Tentukan durasi project, tetapkan siapa saja yang terlibat dalam project, dan jelaskan sumber daya yang dibutuhkan.

5. Project Benefit
Menjelaskan potensi keuntungan yang didapat dari menjalankan project ini. Di dalamnya dapat pula dantumkan formulasi perhitungan dari keuntungan yang didapat.








6. Project Budget
Adalah rencana anggaran awal yang direncakana akan digunakan untuk mendanai seluruh kegiatan proyek. Anggaran ini harus di state dengan jelas. dapat dicantumkan jumlah globalnya saja, dalam item-item penting saja atau dapat pula dalam bentuk yang lebih detail.

Referensi:


http://www.sixsigmaindonesia.com/project-charter/